EDUKASI SERTA PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DI KECAMATAN MANTINGAN KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
ABDI Insani
SISTER
Abstract
Pengembangan sains berbasis agama, ternyata bukan hanya problem keilmuan semata, tetapi sekaligus merupakan problem kemasyarakatan dan keislaman. Sehingga persoalannya bukan hanya terkait upaya menemukan basis filsafat ilmu dan dukungan metodologi, tetapi juga upaya melakukan rekonstruksi pola pikir masyarakat dan pemahaman keislaman. Artikel ini akan melihat beberapa konsep kunci keislaman, yang mestinya merupakan “tempat” yang subur bagi pengembangan sains, namun kenyataannya banyak dimengerti sebagai penghambat, kalau tidak malah sebagai penghalang, bagi tumbuh-kembangnya sains dalam Islam. Penyelesaian secara mendasar terhadap problem tersebut mendesak untuk segera diberikan, untuk menemukan kemungkinan irisan dan area negosiasi dengan sains, agar upaya besar pengembangan sains Islam dapat landing dengan landai.