HUBUNGAN INTENSITAS DZIKIR DENGAN STRES PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI UNIT USAHA DARUSSALAM GONTOR PONOROGO
Author
Abstract
Stres merupakan kondisi psikologis yang kerap dialami oleh mahasiswa yang menjalankan peran ganda sebagai pelajar dan pekerja. Mahasiswa yang bekerja di Unit Usaha Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo menghadapi tantangan tambahan berupa tuntutan akademis, pekerjaan, dan kewajiban asrama yang dapat memicu stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas dzikir sebagai salah satu bentuk ibadah spiritual dengan tingkat stres mahasiswa pekerja. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Perceived Stress Scale (PSS) yang telah terstandarisasi. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa yang bekerja di berbagai unit usaha, seperti La-Tansa, Gambia, dan AMIDAS, menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas dzikir dan tingkat stres. Semakin tinggi frekuensi dzikir yang dilakukan, semakin rendah tingkat stres yang dialami responden. Temuan ini memperkuat bahwa dzikir berperan sebagai strategi coping efektif dalam mengelola tekanan psikologis. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk pengelolaan stres berbasis spiritual di lingkungan pendidikan dan kerja, khususnya pada mahasiswa yang menghadapi tekanan ganda.