PENILAIAN KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI BENCANA BERDASARKAN HOSPITAL SAFETY INDEX DI RUMAH SAKIT RSUD DR HARJONO PONOROGO
Author
Abstract
ABSTRAK PENILAIAN KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI BENCANA BERDASARKAN HOSPITAL SAFETY INDEX DI RUMAH SAKIT RSUD Dr. HARJONO PONOROGO JUNEKSA ZAHFRAN DWIPUTRA NIM 422021731007 Di seluruh dunia, bencana alam seperti gempa bumi, kekeringan, badai, banjir, aktivitas gunung berapi, suhu ekstrem, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Secara keseluruhan, pada tahun 2023, tercatat 398 bencana alam di seluruh dunia. Amerika Serikat mengalami 25 bencana alam pada tahun itu, menjadikannya negara paling rawan bencana alam pada tahun itu, Menurut World Risk Report tahun 2023, Indonesia menempati urutan kedua dari 193 negara dengan tingkat risiko bencana sebesar 43,50%. Berdasarkan data dari Januari 2023 hingga Juni 2024 khususnya Provinsi Jawa Timur terjadi 218 bencana. Rumah sakit Indonesia telah menghadapi sejumlah bencana dalam tiga tahun terakhir, yang mengganggu infrastruktur dan layanan kesehatan. Tercatat sekitar 3.532 kejadian bencana pada tahun 2021, Pada tahun 2022 terdapat 2.399 kejadian bencana. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan desain penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan data dengan melakukan observasi sesuai dengan daftar pertanyaan baku yang dibuat oleh WHO yang mengacu pada Hospital Safety Index untuk mengetahui kesiapan rumah sakit dalam mengahadapi situasi darurat bencana, dengan menggunakan Safety Index Kalkulator. Secara keseluruhan penilaian mengenai analisis kesiapsiagaan RSUD Dr. Harjono S dalam menghadapi bencana berdasarkan Hospital Safety Index (HSI) menunjukkan bahwa rumah sakit ini berhasil mencapai kategori A dengan skor 0,72. Skor ini mencerminkan tingkat kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk gempa bumi dan banjir, Hasil menunjukkan bahwa RSUD Dr. Harjono S telah melakukan upaya signifikan dalam perencanaan dan pelaksanaan manajemen risiko bencana, serta melibatkan staf dalam pelatihan kesiapsiagaan Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar RSUD Dr. Harjono S terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan mereka. Meskipun telah mencapai skor tinggi, penting untuk melakukan evaluasi berkala terhadap rencana tanggap darurat dan melibatkan lebih banyak pihak dalam simulasi dan pelatihan.