Hubungan Antara Sosial Ekonomi, Pola Makan, Dan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Merak
Author
Abstract
Salah satu masalah gizi yang paling banyak terjadi di Indonesia yaitu gizi kurang pada balita. Menurut WHO bahwa sekitar 17% atau 98 juta balita di negara-negara berkembang mengalami gizi kurang. Gizi kurang dipengaruhi oleh sosial ekonomi, pola makan dan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan gizi kurang di Desa Merak. Metode penelitian ini case control dengan sampel jumlah 50 masing-masing kelompok dihitung menggunakan rumus lemeshow dan menggunakan metode purposive sampling. Variabel terikat penelitian ini adalah gizi kurang yang diukur menggunakan BB/U. Analisis data menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil uji bivariat diperoleh hubungan signifikan yaitu pendapatan keluarga p-value 0,012;OR 0,316, frekuensi makan p-value 0,000;OR 11,156, jumlah asupan makan p-value 0,000;OR 24,571 dan pemberian ASI p-value 0,000;OR 0,141 dan hasil tidak ada hubungan yaitu pendidikan ibu p-value 0,288;OR 0,566, pekerjaan ayah p-value 0,691;OR 1,000 dan pekerjaan ibu p-value 0,161;OR 1,909. Hasil uji multivariat yaitu bahwa frekuensi makan, jumlah asupan makan dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita. Adapun faktor yang paling dominan adalah pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan yaitu pendapatan keluarga, pola makan dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor risiko terjadinya gizi kurang pada balita.