Pengaruh Berbagai Vermikompos pada Dua Tipe Penggunaan Lahan Tanah Grumusol Terhadap Pertumbuhan dan Serapan N Tanaman Jagung (Zea mays)
Author
Abstract
Pada tahun 2020, sekitar 43,47% dari luas wilayah di Kabupaten Ngawi merupakan tanah grumusol. Grumusol merupakan tanah yang berpotensi dijadikan sebagai media tumbuh tanaman akan tetapi terkendala oleh rendahnya kandungan hara nitrogen pada tanah tersebut. Peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan memberikan pupuk tambahan, seperti vermikompos. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tanaman jagung manis yang dikenal sangat sensitif terhadap pemupukan terutama terhadap unsur hara nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam vermikompos pada tanah grumusol lahan sawah dan tegalan terhadap pertumbuhan dan serapan N tanaman jagung (Zea mays). Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu: kontrol (A0), vermikompos kotoran ayam (A1), vermikompos kotoran sapi (A2), vermikompos limbah pasar (A3). Faktor kedua antara lain media tanam tanah yang diambil dari penggunaan lahan sawah (B1) dan lahan tegalan (B2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vermikompos limbah pasar menghasilkan serapan N tanaman tertinggi dibandingkan dengan kontrol dan vermikompos kotoran ayam. Tanah dari lahan tegalan memberikan tinggi tanaman, diameter batang, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, dan serapan N tanaman yang lebih tinggi dibandingkan lahan sawah. Tidak ditemukan adanya interaksi antara perlakuan vermikompos dengan tipe penggunaan lahan terhadap pertumbuhan dan serapan N tanaman jagung.