Critics of Mohammad Rasjidi Towards The Secularization Idea of Nurcholish Madjid

Other Aqidah dan Filsafat Islam 2024

Author

YUSUF ALAYDA HAFIDZ 412020222088 Ushuluddin

Abstract

Abstrak Diskursus sekitar masalah sekularisme dan sekularisasi dimulai di Indonesia tatkala Nurcholish Madjid menggaungkan keharusan untuk mengadakan sekularisasi sebagai bagian dari pembaruan pemikiran Islam. Ide Madjid dikritisi oleh banyak cendikiawan Muslim di Indonesia, dan salah satu kritik yang paling tajam datang dari Mohammad Rasjidi. Dari fakta ini, peneliti hendak mengadakan penelitian seputar ide sekularisasi dan kritik atasnya. Secara khusus, gagasan dan kritik yang dari kedua cendikiawan yang tersebut di atas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan filosofis. Pendekatan ini bertumpu pada pemikiran rasional untuk mendekati masalah dalam bingkai filsafat dan menyelesaikannya dengan analisa spekulatif. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif, metode analitis, dan metode kritis. Metode deskriptif untuk menjabarkan biografi kedua tokoh dan gambaran umum dari gagasan sekularisasi, metode analitis digunakan untuk menemukan konsep-konsep utama dalam gagasan sekularisasi dan menetapkan posisi kedua tokoh terhadapnya. Sedang metode kritis untuk menarik kritik dari Mohammad Rasjidi terhadap gagasan sekularisasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gagasan sekularisasi yang dibawa oleh Nurcholish Madjid dipertahankan menggunakan argumen-argumen religius. Madjid menyatakan bahwa gagasannya dibangun berdasarkan pemahamannya tentang konsep tawhid dan khalifatullah. Arti-arti kunci dalam gagasan sekularisasi adalah temporalisasi, pendaratan ajaran-ajaran Islam, pengakuan atas peran sains, dan pemurnian ajaran Islam. Madjid juga memperkenalkan pemahaman baru mengenai beberapa konsep yang sudah mapan dalam Islam, seperti konsep iman, amal saleh, dan konsep manusia. Ia menyatakan bahwa cita-cita negara Islam ialah pertanda inferiority complex dan usaha yang gagal untuk menunjukkan sisi totaliter dari agama Islam. Mohammad Rasjidi tidak sepakat, dan menunjukkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam konsep-konsep yang diperkenalkan Madjid. Sebagai penutup, Rasjidi menyatakan bahwa apologetika secara umum justru berangkat dari keinsyafan Muslim mengenai ajaran agamanya. Peneliti sadar bahwa penelitian ini tidaklah sempurna. Maka, peneliti berharap agar penelitian setelahnya dapat menyajikan analisa yang lebih mendalam agar memberikan hasil yang lebih baik dari penelitian-penelitian sebelumnya. Abstract The discourse in the problem of secularism and secularization appeared in Indonesia, when Nurcholish Madjid urged the need to perform secularization alongside liberalization as part of his renewal movement. Madjid’s idea received various critics from Muslim scholars, and among the sharpest critics came from Mohammad Rasjidi. From this fact, the researcher wants to conduct a research regarding the idea of secularization and its critics. Particularly, the ideas and their critics from the two scholars mentioned above. This research conducted with philosophical approach. This approach depends on rational thinking, to observe a problem in philosophical scope and tries to solve that particular problem using a speculative analysis. As for the method of this study, the researcher uses the descriptive method to describe the biographies of both scholars, also to gain a general view around ths idea of secularization. Other methods used are analytic and critical methods. Analytic method is utilized to find main concepts around the idea and positions of both scholars regarding the idea of secularization. As for the critical method, it is used to draw critics from Mohammad Rasjidi’s points towards Nurcholish Madjid’s idea. The results of this research are Nurcholish Madjid’s secularization idea is defended using religious arguments. Madjid stated that the basis of his concept is his own understanding of tawhid and khalifatullah. The four key meanings of secularization in Madjid’s works are temporalization, landing of Islamic teachings, recognition of science, and the purification of Islamic teachings. He also introduced new concepts around the well-known themes in Islam aside of tawhid and khalifatullah, namely faith, good deeds, and the concept of human. Madjid also blamed the apology of the Islamic state, saying it was sign of inferiority complex and a failed trial to show the totalitarian side of Islam. Rasjidi disagreed with Madjid, and showing the mistakes within Madjid’s concepts. Finally, Rasjidi shown that the apologetics in general are sign of awareness within Muslims on the Islamic teachings. The researcher aware that his research is not perfect. Thus, the researcher hopes for the upcoming researches within the same subject will come with more depth. So, the next researches will give better result than the previous researches.

Advisors

Dr. Ahmad Farid Saifuddin, S.H.I., M.Ag. Pembimbing Utama

Keywords

Nurcholish Madjid Mohammad Rasjidi Secularization Islamic State

Examiners