FORMULASI SABUN PADAT KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) DAN UJI DAYA HAMBAT PADA Staphylococcus epidermidis
Author
Abstract
Sabun merupakan produk pembersih yang sering digunakan. Kemampuan sabun sebagai antibakteri menjadi acuan untuk memilih produk sabun. Triclosan dan triclocarban merupakan agen antimikroba yang banyak digunakan dalam berbagai produk sabun. Penggunaan triclosan dapat menyebabkan resistensi melalui mutasi atau aktivasi gen resistensi. Sedangkan triclocarban mendorong perkembangbiakan strain yang resisten. Untuk menggantikan bahan kimia berbahaya dan menghindari efek samping, dilakukan penelitian untuk aktivitas kombucha bunga telang sebagai antimikroba alami. Penelitian dilakukan dengam metode eksperimental. Sabun padat kombucha bunga telang dibuat empat formula dengan konsentrassi berbeda untuk uji daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Sediaan dibandingkan dengan sabun padat komersil sebagai kontrol positif. Berdasarkan hasil uji, didapat dua sediaan memiliki daya hambat kuat, yaitu pada F1(13,63%) sebesar 11,916 mm dan F2(9,08%) sebesar 11,083 mm. Daya hambat sedang yaitu F3(4,54%) sebesar 9,669 mm jika dibandingkan kontrol positif dengan daya hambat kategori kuat sebesar 11,083 mm. Pada sampel F0 atau sampel tanpa penambahan kombucha tetap ditemukan kemampuan daya hambat sebesar 9,083 mm yang tergolong sedang. Kombucha bunga telang berpengaruh terhadap kemampuan antibakteri sediaan. Daya hambat sediaan pada dasarnya diperoleh dari basis minyak yang memiliki senyawa antimikroba. Hal itu dapat dilihat dari daya hambat F0 yang diketahui tidak ditambah kombucha. Namun kemampuan daya hambat yang timbul berbanding lurus dengan penambahan kombucha bunga telang. Hal ini sesuai dengan data daya hambat dari F1 hingga F3.