Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Penghambatan Bakteri Staphylococcus aureus Dan Staphylococcus epidermidis

Other Farmasi 2024

Author

ZAZNA SANURIA PUTRI 412020718057 Ilmu Kesehatan

Abstract

Kulit adalah salah satu organ terluar tubuh yang berfungsi untuk menerima ransang seperti sentuhan, rasa sakit dan pengaruh lainnya dari luar. Pengaruh dari luar kulit dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit. Pada beberapa kasus penyakit kulit banyak dialami oleh masyarakat akibat oleh faktor sanitasi lingkungan yang tidak baik yang menyebabkan peningkatan jumlah bakteri yang ada dikulit. Banyak permasalahan kulit yang diatasi dengan penggunaan antibiotik untuk menghambat dan membunuh bakteri. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan kerusakan organ di imunohipersensitivitas. Efek samping dari penggunaan antibiotik dapat diatasi dengan produk alami yang mempunyai potensi sebagai antibakteri dalam mengatasi infeksi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa sediaan gel ekstrak daun mahkota dewa dapat menghambat bakteri staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode penelitian menggunakan metode sumuran yang analisis dengan SPSS 16. Hasil penelitian yang didapatkan nilai K+, F0, F1, F2, dan F3, memiliki daya hambat 10,5 untuk K+, 0 untuk F0, 9,2 mm, 8,9 mm, 6,7 mm untuk bakteri Staphylococcus epidermidis sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus mendapatkan hasil 14,82 untuk K+, 9 mm, 11,1 mm, dan 13,03 mm dan 0 untuk F0. Hasil tersebut dapat diketahui bahwa adanya daya hambat pada ekstrak daun mahkota dewa dibandingkan dengan basis gel. Hasil uji sttistika dengan menggunakan Anova di dapat nilai p˂0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh pada setiap konsentrasi ekstrak daun mahkota dewa. Pada penelitian ini dapat disimpulkan gel ekstrak daun mahkota dewa pada konsentrasi 3% berpengaruh pada penghambatan bakteri Staphylococcus epidermidis dan 7% berpengaruh pada bakteri Staphylococcus aureus, dikarenakan memiliki daya hambat yang tinggi.

Keywords

Mahkota dewa Staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis MSA MHA