Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Juwet (syzygium cumini L) Terhadap Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Secara In-Vitro
Author
Abstract
Kulit adalah panca indera manusia yang berada pada permukaan tubuh. Masalah kulit terutama pada bagian wajah seperti jerawat, dapat menjadi masalah yang dapat menganggu penampilan. Sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan pembentukan komedo, hal ini merupakan langkah awal dari munculnya jerawat. Penyebab terjadinya jerawat antara lain faktor genetik, makanan, stres dan infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus. Sehingga dibutuhkan bahan yang memiliki kemampuan antibakteri seperi daun juwet yang mengandung senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun juwet terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini termasuk penelitian laboratorium dengan melakukan ekstraki daun juwet menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Perlakuan sebanyak 4 macam yaitu ekstrak daun juwet 10% (P1), 15% (P2), 20% (P3), dan 25% (P4). Sedangkan kontrol positif menggunakan kloramfenikol dan kontrol negatif mengguankan DMSO 10%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Pada konsentrasi 10%, daya hambat rata-ratanya adalah 5,19 mm, sedangkan pada konsentrasi 15%, menjadi 6,85 mm. Demikian pula, konsentrasi 20% memiliki daya hambat rata-rata 8,93 mm, dan pada konsentrasi 25% mencapai 11,43 mm. Pada kontrol positif, daya hambatnya mencapai 24,51 mm. Konsentrasi 25% juga menunjukkan zona hambat terbesar dengan rata-rata 11,43 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan, semakin tinggi pula daya hambatnya.