"Uji Penghambatan Staphylococcus epidermidis Dan Staphylococcus aureus Gel Ekstrak Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.) Dengan Kombinasi Gelling Agent"
Author
Abstract
Infeksi kulit masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering ditemukan, yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut merupakan salah satu jenis bakteri gram positif yang dapat menyebabkan permasalah kulit salah satunya adalah bisul, jerawat dan abses kulit. Salah satu cara untuk mengatasi infeksi kulit dengan penggunaan antibiotik. Namun pemberian antibiotik jangka panjang dapat menimbulkan resistensi bakteri, beralih pada penggunaan bahan herbal. Daun Mahkota Dewa memiliki senyawa alkaloid, flavonoid dan tannin yang mempunyai aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk membuat sediaan gel ekstrak daun Mahkota Dewa untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan perbedaan konsentrasi yang digunakan pada uji aktivitas adalah 3%, 5% dan 7%. Metode pada penelitian ini menggunakan sumuran dilanjutkan analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian ini diperoleh nilai F1, F2, F3 dan K+ memiliki daya hambat sebesar 10.13 mm, 14.31 mm, 17.30 mm dan 14.81 mm. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat daya hambat sediaan gel ekstrak daun Mahkota Dewa terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Hasil uji analisis data statistik dengan menggunakan One Way ANOVA, didapatkan nilai signifikan sebesar 0.000 dan 0.023 (p< 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap konsentrasi ekstrak Daun Mahkota Dewa sebagai antibakteri. Hasil evaluasi karakteristik sediaan gel pada uji viskositas dan uji daya lekat memenuhi persyaratan menurut SNI, sedangkan untuk uji pH dan uji daya sebar belum memenuhi persyaratan menurut SNI. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini bahwa gel ekstrak Daun Mahkota Dewa memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tertinggi pada konsentrasi 7%.