UJI KARAKTERISTIK SEDIAAN PASTA GIGI FRAKSI N-HEKSAN EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill)
Author
Abstract
Angka karies gigi di Indonesia semakin meningkat. RISKESDAS mencatat pada tahun 2018 sebesar 57,4% anak-anak umur 4- 12 tahun mengalami karies gigi. Salah satu bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri untuk mengatasi karies gigi adalah saponin dan tanin yang terdapat dalam daun alpukat. Ekstrak daun alpukat dapat dibuat sebagai sediaan pasta gigi untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang diperjualbelikan bebas pada kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sediaan pasta gigi fraksi n-heksan ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Sediaan pasta gigi dibuat dengan variasi konsentrasi fraksinasi n-heksan yaitu F0 0%, F1 5%, F2 10% dan F3 15%. Karakteristik sediaan pasta gigi fraksi n-heksan ekstrak daun alkpukat menunjukkan hasil uji organoleptik berupa bau khas mint, warna putih tulang dengan tekstur semi padat. Hasil uji pH seluruh sediaan berkisar antara 4,5-10,5; daya lekat >6 detik; daya sebar 2,6-5,3 cm. Hasil uji statistik Kruskal Wallis untuk uji pH menghasilkan nilai signifikansi 0.812 (p>0.5) yang artinya tidak signifikan, dan uji statistik One Way Anova untuk uji daya sebar menghasilkan nilai signifikansi 0.102 (p>0.5) yang artinya tidak signifkan, serta pada uji pH analisis One Way Anova menunjukkan nilai signifikansi pada uji tinggi busa sebesar <0,05 yang berarti pengujian sesudah digojog memiliki pengaruh terhadap karakteristik sediaan pasta gigi fraksi n-heksan ekstrak daun alpukat.