ANALISIS EXPLORATIF MENGENAI STRESS KERJA DAN ABSENTISME DI DIVISI KESEHATAN, KESELAMATAN, KEAMANAN, DAN LINGKUNGAN (HSSE) SUB KEAMANAN KANTOR PT. PLN NUSANTARA POWER UP BRANTAS MALANG
Author
Abstract
Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, produktivitas, serta meningkatkan risiko absenteisme pekerja. Pekerja Sub Divisi Keamanan (Security) PT PLN Nusantara Power UP Brantas memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat kewaspadaan tinggi, sistem kerja shift, dan tanggung jawab terhadap keamanan aset perusahaan sehingga berpotensi mengalami stres kerja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi stres kerja, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi memengaruhinya, mendeskripsikan tingkat absenteisme, serta menganalisis keterkaitan stres kerja dengan absenteisme pada pekerja Sub Divisi Keamanan. Penelitian menggunakan desain analitik eksploratif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dipadukan dengan wawancara, menggunakan rancangan cross-sectional. Seluruh populasi yang berjumlah 13 pekerja dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengukuran stres kerja menggunakan 7 item skala stres DASS-21, sedangkan data absenteisme diperoleh dari catatan ketidakhadiran pekerja selama Januari–Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden (76,9%) berada pada kategori stres normal dan 3 responden (23,1%) mengalami stres ringan. Tingkat absenteisme tertinggi tercatat sebanyak 40 kali dan terendah 1 kali dalam periode tiga bulan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa beban kerja, sistem shift, tuntutan pekerjaan, serta kondisi organisasi menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi stres kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun mayoritas pekerja memiliki tingkat stres normal, faktor psikososial di tempat kerja tetap perlu dikelola melalui pemantauan kesehatan mental dan program pencegahan guna meminimalkan risiko absenteisme serta meningkatkan kesejahteraan pekerja