IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN MOBILEFACENETS PADA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) UNTUK PENGAWASAN
Author
Abstract
UAV (Unmanned Aerial Vehicle) semakin banyak digunakan untuk kegiatan pengawasan, namun pengenalan wajah dari kamera udara menghadapi tantangan pada jarak dan sudut pengambilan yang bervariasi. Penelitian ini mengimplementasikan sistem pengenalan wajah menggunakan MobileFaceNet pada UAV untuk pengawasan dan mengevaluasi kinerjanya pada variasi jarak, ketinggian, dan pencahayaan. Sistem dibangun dengan pipeline deteksi wajah InsightFace (buffalo_sc, detektor SCRFD), ekstraksi embedding 512 dimensi oleh MobileFaceNet, pencocokan cosine similarity, serta anti-spoofing MiniFASNetV2 sebagai keamanan tambahan setelah identifikasi. Tiga strategi representasi anchor pada proses akuisisi diuji, yaitu frontal, multi-view, dan centroid, dengan kalibrasi threshold berbasis Equal Error Rate (EER) pada 485 skor genuine (wajah yang sama) dan 4.425 skor impostor (wajah orang lain). Strategi centroid menghasilkan estimasi EER terendah sebesar 0,34% pada threshold 0,275, dengan FAR 0,47%, FRR 0,21%, dan akurasi 99,55%. Pengujian inference menggunakan kamera drone pada lima kombinasi ketinggian (1,5 m dan 3 m) dan jarak (1, 3, dan 5 m) yang direkam pada tiga periode pencahayaan menunjukkan identifikasi yang relatif andal ketika lebar wajah mencapai sekitar 40 piksel atau lebih pada pencahayaan memadai (tingkat keberhasilan identifikasi 100,0%), penurunan tingkat keberhasilan pada lebar wajah di bawah 30 piksel, penurunan drastis pada pencahayaan backlight, kegagalan hampir total pada lebar wajah sekitar 21 piksel atau kurang (jarak 5 m), serta deteksi salah positif yang hanya 0,27% dari seluruh deteksi. Lapisan anti-spoofing MiniFASNetV2 berjalan sesuai rancangan pasca identifikasi, sedangkan evaluasi kuantitatif ketahanannya terhadap presentation attack berada di luar lingkup penelitian. Hasil ini menunjukkan sistem pengenalan wajah berbasis MobileFaceNet memiliki kelayakan awal untuk digunakan dalam pengawasan berbasis UAV pada kondisi dengan ukuran wajah dan pencahayaan yang memadai, sekaligus menjadi instrumen yang sejalan dengan maqasid syariah dalam melindungi jiwa (hifdz nafs) dan harta (hifdz mal).