PENGARUH METODE EKSTRAKSI INFUSA DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION (UAE) TERHADAP KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JATI (Tectona grandis) DENGAN METODE DPPH DAN ABTS
Author
Abstract
Reactive Oxygen Species (ROS) berlebih dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan dalam penyakit degeneratif, sehingga diperlukan antioksidan eksogen. Daun jati (Tectona grandis) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode ekstraksi infusa dan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan daun jati dengan metode DPPH dan ABTS. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Simplisia daun jati diekstraksi menggunakan metode infusa (ekstraksi panas) dengan suhu 90oC selama 15 menit menggunakan pelarut aquadest dan UAE (ekstraksi dingin) dengan sonikator frekuensi 40KHz selama 30 menit. Ekstrak yang diperoleh diuji skrining fitokimia, kadar air, kadar flavonoid total metode AlCl₃ menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta aktivitas antioksidan metode DPPH dan ABTS. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jati mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan antrakuinon. Kadar flavonoid total metode UAE sebesar 43,21±0,37 mgQE/g lebih tinggi dibanding infusa sebesar 29,33±0,37 mgQE/g dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Aktivitas antioksidan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 UAE sebesar 46,14 ppm (sangat kuat) dan infusa sebesar 60,98 ppm (kuat). Metode ABTS menunjukkan nilai IC50 UAE sebesar 58,29 ppm dan infusa sebesar 88,69 ppm yang keduanya termasuk kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi berpengaruh siginifikan (p<0,05) terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan daun jati. Metode UAE menghasilkan aktivitas antioksidan dan kandungan flavonoid yang lebih tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami berbasis green extraction.