Analisis Pengadaan Obat Melalui Sistem e-Catalogue di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen

Other Farmasi 2026

Author

SYARIFAH NUR HAZLIA 432022718082 Ilmu Kesehatan

Abstract

Pengadaan obat melalui sistem e-Catalogue diterapkan untuk meningkatkan afisiensi, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi pengadaan di rumah sakit. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan perbedaan antara Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan realisasi pengadaan, baik dari aspek kuantitas maupun harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian pelaksanaan pengadaan obat melalui sistem e-Catalogue terhadap standar yang ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Kementirian Kesehatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan antara RKO dan realisasi pengadaan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eskperimental dengan pendekatan analisis dokumen yang didukung data kuantitatif. Data diperoleh dari dokumen RKO, laporan realisasi pengadaan, invoce, SOP rumah sakit, serta wawancara terbatas dengan pihat terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat kesesuaian pelaksanaan pengadaan obat melalui sistem e-Catalogue tahun 2024 di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yaitu 85% sesuai dengan standar regulasi. Dari 500 item obat yang direncanakan dalam RKO tahun 2024, sebnyak 477 item obat direalisasikan. Total realisasi tersebut sebanyak 373 item obat (78,20%) sesuai RKO, 47 item obat (9,89%) tidak sesuai dengan perencanaan awal, dan 57 item obat (11,95%) tidak tercantum dalam RKO. Kesenjangan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor operasional dan teknis, seperti perubahan kebutuhan pelayanan, fluktasi jumlah pasien, penyesuaian terapi, keterbatasan ketersediaan obat dalam e-Catalogue, serta penerapan SOP Internal rumah sakit.

Keywords

E-catalogue pengadaan rencana kebutuhan obat (RKO) kesenjagan instalasi

Examiners