EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PERSUASIF PADA INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN KESADARAN BERDONASI PADA LAZISMU PONOROGO
Author
Abstract
Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi sarana strategis bagi lembaga nirlaba seperti LAZISMU dalam membangun kesadaran masyarakat untuk berdonasi. Melalui komunikasi persuasif yang tepat, Instagram mampu menjangkau audiens lebih luas, membangun minat, dan mendorong partisipasi dalam kegiatan filantropi. Namun, pemanfaatan platform ini sering kali belum efektif, terutama dalam aspek penyampaian pesan yang mampu memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi persuasif pada Instagram dalam membangun kesadaran berdonasi pada LAZISMU Ponorogo. Penelitian ini merujuk pada teori komunikasi persuasif Wilbur Schramm yang mencakup lima indikator: Attention, Interest, Desire, Decision, dan Action. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan survei deskriptif. Sampel diambil menggunakan rumus slovin dengan margin error 5%, menghasilkan 329 responden dari 1.843 followers sebagai populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor rata-rata, dan uji hipotesis menggunakan rumus Dantes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasi LAZISMU Ponorogo melalui Instagram tergolong efektif, yang ditunjukkan oleh skor total sebesar 25.909 dan berada pada interval (Mi+ 1sdi) ≤ x ≤ (Mi+2sdi ) yaitu 23.688 ≤ x ≤ 27.636. Di antara indikator AIDDA, indikator Desire memperoleh nilai tertinggi, diikuti oleh Attention, Action, dan Interest, sedangkan indikator Decision memperoleh nilai terendah. Secara keseluruhan, indikator komunikasi persuasi berada pada kategori efektif dan sangat efektif dengan rentang persentase 61–80% dan 81–100%, yang menunjukkan bahwa akun Instagram @lazismuponorogo.official efektif dalam membangun kesadaran berdonasi.