Analisis Wacana Kritis pada Pemberitaan Pembakaran Gedung Grahadi dalam Demonstrasi Surabaya di Media Online radarsurabaya.id
Author
Abstract
Peristiwa pembakaran Gedung Negara Grahadi dalam demonstrasi Surabaya merupakan peristiwa sosial-politik yang melibatkan simbol negara dan memunculkan relasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, sehingga menarik perhatian media lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana pemberitaan pembakaran Gedung Grahadi di media online radarsurabaya.id menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi berita yang dipublikasikan pada periode 28 Agustus hingga 11 September 2025 serta didukung oleh wawancara. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, Radar Surabaya cenderung merepresentasikan demonstrasi sebagai tindakan anarkis dan mengancam ketertiban umum melalui pilihan diksi dan struktur kalimat, sementara konteks tuntutan dan latar belakang aksi tidak memperoleh porsi yang seimbang. Pada level praktik wacana, produksi berita dipengaruhi oleh rutinitas jurnalistik dan kebijakan redaksi yang berorientasi pada stabilitas institusional. Pada level praktik sosial, pemberitaan mencerminkan relasi kuasa antara negara, aparat keamanan, dan masyarakat sipil dalam konteks sosial-politik lokal Surabaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberitaan pembakaran Gedung Grahadi di radarsurabaya.id tidak bersifat netral, melainkan merupakan hasil konstruksi wacana yang dipengaruhi oleh kepentingan dan ideologi tertentu. Penelitian ini menyarankan perlunya praktik jurnalistik yang lebih berimbang serta peningkatan literasi media masyarakat dalam memahami pemberitaan konflik sosial-politik.