Evaluasi Manajemen Pengelolaan Obat Pada Tahap Pengadaan Dan Penyimpanan Obat Di Puskesmas Gladak Pakem
Author
Abstract
Pengelolaan obat di puskesmas berperan penting dalam menjamin ketersediaan, mutu, dan keamanan obat sesuai Permenkes RI No. 74 Tahun 2016. Ketidaktepatan pada tahap pengadaan dan penyimpanan dapat menyebabkan kekosongan stok, penumpukan, serta risiko obat rusak atau kadaluwarsa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses serta kesesuaian manajemen pengelolaan obat pada tahap pengadaan dan penyimpanan di Puskesmas Gladak Pakem tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif-evaluatif dan pendekatan cross-sectional secara retrospektif menggunakan data tahun 2024. Data sekunder diperoleh dari LPLPO, RKO, dan kartu stok, sedangkan data primer melalui wawancara dan checklist. Sampel meliputi 10 item obat generik. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan persentase dan dibandingkan dengan standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan melalui mekanisme BLUD dengan perencanaan berbasis data LPLPO, analisis stok, dan penggunaan e-catalogue. Persentase kesesuaian pengadaan dengan kenyataan pakai mencapai 100%, dengan frekuensi pengadaan kategori rendah (5-8 kali/tahun). Proses penyimpanan telah mengikuti SOP dan standar regulasi, meliputi pengelompokan berdasarkan bentuk sediaan dan alfabetis, serta penerapan FIFO/FEFO. Kesesuaian obat dengan kartu stok mencapai 100%, persentase stok mati 0%, dan persentase obat rusak serta kadaluwarsa <1%. Penyimpanan sesuai suhu (2–8°C dan 15–30°C) terpenuhi 100%, serta penyimpanan obat high-alert dan LASA sesuai standar (100%). Secara keseluruhan diperoleh nilai 75% (kategori baik), dengan enam indikator memenuhi standar dan dua indikator belum sepenuhnya sesuai. Pengelolaan obat di Puskesmas Gladak Pakem telah berjalan baik dan lebih optimal dibandingkan beberapa penelitian sebelumnya, meskipun masih memerlukan perbaikan pada beberapa indikator.