Analisis Perbandingan Biaya Dan Efektivitas Penggunaan Bisoprolol Dan Propanolol Pada Pasien Jantung Koroner Di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
Author
Abstract
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit kardiovaskular yang disebabkan akibat penyempitan arteri koroner yang dapat menganggu suplai darah dalam miokard sehingga fungsi jantung terganggu. Berdasarkan data statistik dunia terdapat 9,4 juta kematian setiap tahunnya akibat penyakit kardiovaskular dan terdapat 45% kematian disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil penggunaan bisoprolol dan propanolol serta menentukan terapi yang paling cost-effective menggunakan metode Cost-Effectiveness Analysis (CEA) melalui perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Menggunakan metode deskriptif non-eksperimental secara retrospektif pada data rekam medis dan billing pasien rawat inap periode Januari 2024–Mei 2025, jumlah subjek sebanyak 82 pasien dengan 76 pasien menggunakan bisoprolol dan 6 pasien menggunakan propanolol. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan pencapaian target denyut jantung 60–70 bpm dan tekanan darah 110–130/70–90 mmHg, sedangkan biaya dihitung dari rata-rata total biaya medis langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisoprolol memiliki efektivitas klinis lebih tinggi dibandingkan propanolol. Rata-rata biaya terapi bisoprolol sebesar Rp 35.623.623 dan propanolol Rp 18.273.046. nilai ACER propanolol denyut jantung dan tekanan darah sebesar Rp 365.461 sedangkan bisoprolol Rp 409.467 pada denyut jantung dan tekanan darah R p 445.295. Nilai ICER pada denyut jantung sebesar Rp 468.935 dan tekanan darah 578.353 per 1% peningkatan efektivitas. Berdasarkan hasil analisis propanolol lebih efisien secara biaya (ACER), namun bisoprolol tetap dinilai cost-effective karena memberikan efektivitas klinis lebih tinggi dengan nilai ICER yang masih berada dalam batas yang dapat diterima, sehingga dapat menjadi terapi yang cost-effective dalam penatalaksanaan PJK di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.