Evaluasi Pengelolaan Obat Pada Tahap Distribusi dan Penggunaan di Puskesmas Gladak Pakem
Author
Abstract
Pengelolaan obat di Puskesmas merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan primer karena berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Salah satu aspek utama dalam pengelolaan obat adalah sistem distribusi serta alur penggunaan obat yang harus dilaksanakan secara efektif, efisien, dan rasional sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran sistem distribusi obat serta alur penggunaan obat di Puskesmas Gladak Pakem Kabupaten Jember tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari dokumen pengelolaan obat dan resep pasien periode Januari–Desember 2024 sebanyak 100 resep. Evaluasi sistem distribusi obat dilakukan dengan meninjau mekanisme distribusi yang diterapkan di puskesmas, sedangkan evaluasi penggunaan obat dianalisis menggunakan indikator penggunaan obat WHO, yang meliputi rata-rata jumlah obat per resep, persentase peresepan antibiotik, dan persentase penggunaan obat injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem distribusi obat di Puskesmas Gladak Pakem pada indikator TOR (0,88kali/tahun), ketersediaan obat (12,79 bulan), stok mati (31,42%), dan obat kadaluwarsa (0%). Pada tahap penggunaan, alur penggunaan obat dimulai dari pemeriksaan medis, peresepan oleh dokter, skrining dan penyiapan obat oleh tenaga kefarmasian, hingga penyerahan obat kepada pasien disertai pemberian informasi obat. Berdasarkan indikator WHO, rata-rata obat per lembar resep (4,3), peresepan generik (72,55%), peresepan antibiotik (19,53%), dan peresepan injeksi (0,46%). Secara keseluruhan, sistem distribusi serta penggunaan obat di Puskesmas Gladak Pakem telah berjalan sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian dan mendukung penggunaan obat yang rasional.