UJI ANTIBAKTERI SABUN LULUR YOGHURT WHEY Lawsonia inermis DENGAN SCRUB Coffea arabica L BERBASIS POTENSI LOKAL SUMATRA SELATAN
Author
Abstract
Kulit rentan terhadap infeksi bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sehingga diperlukan pengembangan sabun antibakteri berbahan alami. Yoghurt whey, daun inai (Lawsonia inermis), dan biji kopi arabika (Coffea arabica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta karakteristik mutu sabun padat lulur yoghurt whey dengan penambahan Lawsonia inermis dan scrub Coffea arabica L. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan enam formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol dan F1–F5 dengan variasi konsentrasi yoghurt whey 14–18 g dan serbuk kopi arabika 6–2 g. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Evaluasi mutu sediaan meliputi uji Hedonik, uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, dan uji alkali bebas mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 3532:2021). Hasil penelitian pada parameter pH dengan nilai 9,80–10,04 serta kadar air 11,29–14,76% memenuhi persyaratan mutu SNI. Namun, pada kadar alkali bebas masih berada pada rentang 0,24–0,37% sehingga belum memenuhi persyaratan SNI 3532:2021. Aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus diperoleh F5 dengan diameter zona hambat 15,8 mm (kategori kuat), sedangkan terhadap Escherichia coli diperoleh F1 dengan diameter zona hambat 33,28 mm (kategori sangat kuat). disimpulkan bahwa sabun padat lulur yoghurt whey dengan penambahan Lawsonia inermis dan scrub Coffea arabica L, khususnya formulasi F5, berpotensi sebagai produk perawatan kulit antibakteri berbahan alami. Diharapkan dilakukan Optimasi formulasi untuk menurunkan kadar alkali bebas serta uji stabilitas dan keamanan kulit guna memastikan keamanan.