Peran Industri Militer Lockheed Martin Pada Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam Perang Rusia-Ukraina 2022-2025
Author
Abstract
Penelitian ini menganalisis peran industri militer Lockheed Martin dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap konflik Rusia–Ukraina pada periode 2022–2025 dengan menempatkan industri pertahanan sebagai aktor non-negara yang berpengaruh dalam proses kebijakan. Konflik Rusia–Ukraina mendorong Amerika Serikat mengadopsi kebijakan bantuan militer berskala besar yang dilembagakan melalui berbagai undang-undang dan mekanisme seperti Presidential Drawdown Authority, Ukraine Security Assistance Initiative, dan Foreign Military Financing, yang secara langsung menciptakan permintaan berkelanjutan bagi industri pertahanan domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen resmi, laporan keuangan, data kontrak pertahanan, aktivitas lobi, serta kebijakan bantuan militer Amerika Serikat. Kerangka konseptual yang digunakan adalah teori Military- Industrial Complex dan Bureaucratic Politics Model untuk menjelaskan hubungan struktural dan interaksi birokratis antara negara, militer, dan korporasi pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lockheed Martin memiliki posisi strategis dalam arsitektur kebijakan pertahanan Amerika Serikat melalui kapasitas produksi, kontrak multiyear, backlog pesanan yang besar, serta keterlibatan dalam sistem senjata utama seperti HIMARS, Javelin, F-16, dan PAC-3 MSE. Kebijakan bantuan militer ke Ukraina tidak hanya berfungsi sebagai instrumen keamanan dan geopolitik, tetapi juga memperkuat kepentingan ekonomi industri pertahanan melalui mekanisme penggantian stok, peningkatan produksi, dan ekspansi kontrak. Interaksi ini mencerminkan hubungan timbal balik antara kebijakan luar negeri dan kepentingan ekonomi domestik, di mana keputusan politik negara turut dipengaruhi oleh logika keberlanjutan industri strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam konflik Rusia–Ukraina bersifat path-dependent dan terinstitusionalisasi, serta menunjukkan bahwa Lockheed Martin berperan sebagai aktor ekonomi-politik yang secara struktural berkontribusi dalam pembentukan dan keberlanjutan kebijakan tersebut.