KEBIJAKAN PEMERINTAH JEPANG DALAM MENGGUNAKAN WASHOKU SEBAGAI INSTRUMEN GASTRODIPLOMASI DI AMERIKA SERIKAT
Author
Abstract
Wahoku sebagai warisan budaya kuliner Jepang tidak hanya menunjukkan identitas nasional negaranya melalui makanan ini, tetapi juga memanfaatkan sebagai instrument gasrodiplomasi dalam memperkuat citra dan pengaruh Jepang di kancah internasional. Amerika Serikat dipilih sebagai target gastrodiplomasi Jepang karena merupakan salah satu pasar strategis dan mitra penting Jepang dalam bidang ekonomi, budaya, dan hubungan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Jepang dalam menggunakan washoku sebagai instrument gastrodiplomasi di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deksriptif analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap dokumen kebijakan pemerintah Jepang, laporan resmi kementerian, serta sumber sekunder lainnya. Kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian ini meliputi gastrodiplomasi sebagai bagian dari diplomasi budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Jepang diimplementasikan melalui peran aktor negara seperti Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF), Ministry of Foreign Affairs (MOFA), Japan External Trade Organization (JETRO), Japan National Tourism Organization (JNTO). Bentuk implementasi gastrodiplomasi washoku di Amerika Serikat melalui promosi restoran Jepang, festival kuliner, sertifikasi koki dan restoran Jepang, peningkatan ekspor produk pangan washoku, serta kerja sama bilateral di kedua negara ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan washoku sebagai instrument gastrodiplomasi mampu memperkuat citra positif Jepang, meningkatkan ketertarikan masyarakat Amerika Serikat terhadap budaya Jepang, serta mendukung kepentingan ekonomi dan diplomasi jepang. Melalui gastrodiplomasi melalui washoku, kebijakan pemerintah Jepang menjadi salah satu strategi soft power dalam memperkuat hubungan bilateral Jepang dan Amerika Serikat.