FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) SEBAGAI ANTIINFLAMASI TERHADAP MENCIT (Mus musculus)
Author
Abstract
Inflamasi merupakan suatu kondisi tubuh yang memberikan reaksi saat adanya infeksi, iritasi, atau cedera yang ditandai dengan kemerahan, panas, bengkak, atau nyeri. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Temulawak diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti kurkumin dan xanthorrhizol yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan gel ekstrak temulawak serta aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak temulawak terhadap mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan empat formulasi gel yaitu F0(0%), F1(15%), F2(20%), dan F3(25%). Evaluasi mutu fisik sediaan gel meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas. Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan metode induksi formalin 1% pada enam kelompok perlakuan selama 7 hari. Data uji kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji kuantitatif menggunakan GraphPad Prism dengan analisis ANOVA. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki tekstur halus, warna kuning hingga coklat, dan bau khas temulawak. Penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi gel memenuhi persyaratan sediaan gel yang baik yaitu sediaan yang homogen, pH dalam rentang aman yaitu 7,22–7,55, daya lekat 3,95-4,94 detik, daya sebar dalam rentang 5,31-5,77 cm, serta nilai viskositas yang baik yaitu 2063,5-2076,2 cp. Sediaan gel ekstrak temulawak menunjukkan aktivitas antiinflamasi pada mencit yang ditandai dengan penurunan volume edema secara isgnifikan dibandigkan kontrol negatif, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif antiinflamasi berbahan alami.