THE METHOD OF SEMINARY NURTHURINH IN STRENGTHENING CATOLIC FAITH ( CASE STUDY OF SAN GIOVANNI XXIII HIGH SEMINARY KARANGBESUKI MALANG
Author
Abstract
Pembinaan iman dalam pendidikan seminari merupakan komponen penting dalam mempersiapkan calon imam untuk tanggung jawab spiritual dan pastoral mereka. Di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovani XXIII Malang, terdapat upaya terkoordinasi untuk menerapkan metode pembinaan iman yang efektif yang memenuhi kebutuhan spiritual, sosial, dan emosional para siswa. Latar belakang ini menekankan pentingnya mengevaluasi metode yang digunakan untuk memastikan bahwa mereka secara efektif memperkuat iman Katolik di kalangan seminaris. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode pembinaan iman yang diterapkan di seminari serta menilai dampaknya terhadap peningkatan iman siswa. Dengan memahami metode ini, studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan seminari dapat dioptimalkan untuk lebih mempersiapkan siswa untuk peran mereka di masa depan dalam Gereja. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif-analitis, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Observasi dilakukan untuk memantau kegiatan di seminari, wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi mendetail dari informan kunci, dan analisis dokumen memberikan konteks tambahan dan dukungan untuk data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminari menerapkan berbagai metode yang berfokus pada penguatan spiritual, termasuk kegiatan liturgi, retret, dan program mentoring. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa, berkontribusi pada pengembangan iman mereka yang kuat. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar seminari terus menyempurnakan dan memperluas program pembinaan imannya, memastikan bahwa program tersebut tetap komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan siswa yang terus berkembang. Menekankan pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan emosional akan menjadi kunci dalam mempertahankan efektivitas program-program ini.