Efektivitas Mekanisme Regional ASEAN dalam Penyelesaian Sengketa Ambalat: Analisis Regional Security Complex Theory (RSCT)
Author
Abstract
Penelitian ini membahas efektivitas ASEAN dalam menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Malaysia melalui analisis kasus Ambalat. Sengketa Ambalat merupakan salah satu konflik teritorial paling sensitif di Asia Tenggara karena klaim kedaulatannya, tantangan strategis maritim, dan potensi sumber daya alam yang besar. Konflik ini tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral antara kedua negara, tetapi juga stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Tujun penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mekanisme yang dimiliki ASEAN dalam menyelesaikan konflik sensitif dan untuk menganalisis upaya ASEAN dalam mendukung proses penyelesaian tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dokumen penelitian ASEAN, dan sumber-sumber relevan lainnya. Regional Security Complex Theory (RSCT) adalah alat analisis yang digunakan untuk memahami dinamika keamanan regional. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ASEAN mampu memfasilitasi komunikasi dan mempromosikan stabilitas regional melalui mekanisme seperti Forum Regional ASEAN (ARF), Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), dan prinsip ASEAN Way, yang mendorong konsensus dan non-intervensi. Namun, dalam praktiknya, ASEAN lebih memperhatikan diplomasi bilateral antara Indonesia dan Malaysia daripada penyelesaian sengketa Ambalat. Dari perspektif RSCT, sengketa Ambalat dipahami sebagai komponen kompleks keamanan regional Asia Tenggara yang terkait erat. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun ASEAN mampu mencegah eskalasi konflik, efektivitasnya dalam menyelesaikan sengketa secara substantif masih kurang, sehingga diperlukan pengembangan strategi dan mekanisme untuk penyelesaian konflik ASEAN di masa mendatang.