Analisis Uang Wariq Dalam Sosiologi Ilmu Pengetahuan

Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Darussalam Gontor DOI: 10.21111/iej.v5i1.3667

Abstract

Setelah ide penyatuan sains dan agama berkembang hingga terbentuknya paradigma-paradigma keilmuan seperti saat ini, diskusi mana yang lebih utama antara satu dengan paradigma lainnya sudah tidak menarik lagi. Melainkan diskusi harus diarahkan menuju bagaimana melahirkankan sains baru yang besepadu dengan agama sebagai bagian tak terpisahkan dalam bangunan keilmuannya. Seiring perkembangan ini, pengembangan sains berorientasi maqashid syariah menjadi penting untuk dikaji karena ia diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata dari kesatuan sains dan agama. Jika sains diorientasikan pada maqashid syariah yang merupakan penjagaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta, tentu ia telah memiliki kemanfaatan sesuai dengan tujuantujuan Islam. Untuk itu, artikel ini akan membahas tentang pengembangan sains berorientasi maqashid syariah. Melalui kejian kepustakaan yang otoritatif dan mendalam dengan pendekatan filsafat ilmu, dapat disimpulkan bahwa: pertama: sains Islam harus dilandasi dengan worldview yang benar sebagai bangunan keilmuan terdalam. Kedua: sains Islam harus berorientasi pada maqashid syariah sebagai bentuk nyata bersepadunya sains dengan agama. Ketiga: maqashid syariah yang dimaksud meliputi penjagaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Dengan demikian, sains Islam adalah sains yang berbasis wordview Islam dan berorientasi pada maqashid syariah.

Authors

Topic / Category

Publication Details

4 Citations
1 Authors
2019 Year
0 Ranking
Volume 5
Issue 1
Pages 16
Published 31 Jul 2019
Type Jurnal nasional